Subscribe:

Selasa, 26 Januari 2016

WASPADA DEMAM BERDARAH !




DEMAM BERDARAH DENGUE (DHF)

Pengertian:
      Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut dengan ciri-ciri perdarahan dan bisa mengakibatkan kematian.

Apa Penyebabnya?
      Penyebab DBD adalah virus dengue serotipe 1, 2, 3, 4
Ditularkan oleh : Nyamuk Aides Aegypti
a.      merupakan nyamuk yang berkembang biak pada air bersih,
b.      bentuk jentik mengambang,
c.      tubuh dan kaki nyamuk berwarna belang putih hitam,
d.      menggigit pada menjelang siang dan sore hari,
e.      mampu terbang 100 mater,
f.       tidur pada pakaian yang bergantungan.
g.      Nyamuk betina memiliki kebiasaan menggigit berulang (menggigit beberapa orang secara bergantian).
Apabila dalam darah orang yang digigit tersebut terdapat virus Dengue maka virus tersebut akan menempel pada mulut nyamuk dan siap untuk ditularkan pada gigitan berikutnya.
Gejala-gejala:
a.       Demam tinggi mendadak dan terus menerus selama 2-7 hari, badan lemah dan lesu.
b.      Gejala perdarahan seperti perdarahan hidung, muntah darah, perdarahan gusi, berak darah, perdarahan dibawah kulit, dll.
c.       Pembesaran hati
d.      Syok/renjatan yang ditandai dengan nadi lemah, cepat disertai dengan tekanan darah menurun, serta kulit teraba dingin dan lembab terutama pada ujung hidung, jari, dan kaki, penderita menjadi gelisah, timbul kebiruan disekitar mulut.
       (Gejala-gejala tak selalu semuanya nampak jelas)

Tingkat Atau Derajat Penyakit DBD:

  1. derajat 1           : demam tinggi dengan uji bendung positif.
  2. derajat 2           : derajat 1 disertai perdarahan spontan seperti pada kulit, mimisan, gusi berdarah dsb.
  3. derajat 3           :derajat 2 disertai penderita gelisah, kulit dingin atau lembab, denyut nadi cepat dan lemah, tekanan darah turun.
  4. derajat 4           : denyut nadi tidak teraba, tekanan darah tidak dapat diukur atau syok.
Perawatan Dini Demam Berdarah Dengue :
1.      basuh badan penderita dengan air hangat kuku dan dikipasi untuk menurunkan panas.
2.      berikan penderita minum banyak(50 cc/kgBB. Atau 1 gelas sedang untuk setiap 4 kgBB) dalam 4-6 jam pertaama. Berikutnya 80-100 cc/KgBB perhari atau 1 gelas sedang untuk setiap 2 kg bb/hari. Jenis minuman air teh + gula, sirup, susu, sari buah, oralit atau LGG.
3.      berikan makanan lunak cukup karbohidrat dan protein
4.   segera ke pelayanan kesehatan terutama pada hari ke 3-4 karena merupakan fase kritis, segera perikassakan penderita jika :
1.      ada tanda perdarahan (pada kulit, guzi, mimisan warna kotoran kehitaman).
2.      denyut naddi pergelangan tangan lemah cepat atau tidak teraaba.
3.      mulut penderita dingin atau lembab terutama ujung kaki atau tangan.
4.      jumlah air kencing sedikit atau berwarna kuning pekat.
5.      rasa haus meningkat atau tidak mau makan dan minum.
6.      penderita gelisah

Penatalaksanaan/Terapi:
Bila ada anggota keluarga yang menderita penyakit ini, segera bawa ke Pelayanan Kesehatan.
Penderita dianjurkan makan makanan yang bergizi, cukup karbohidrat terutama protein, minum sebanyak mungkin, perbanyak buah-buahan/sebaiknya minum jus buah
Jika ada muntah terus menerus, kejang, muntah darah, batuk darah dan tanda-tanda syok  segera bawa ke rumah Sakit !

Usaha-usaha Pencegahan Demam Berdarah
Pada prinsipnya kita harus mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti karena Demam Berdarah hanya ditularkan melalui nyamuk ini. Nyamuk ini berkembang biak pada genangan air jernih bukan di got. Tetapi membunuh nyamuknya saja tak cukup selama jentik-jentiknya masih dibiarkan hidup.
Cara memberantas jentik-jentik ini :
1.      Menutup dan menguras bak air
2.     Untuk tempat-tempat yang tidak mungkin ditutup,taburkanlah bubuk abate kedalam airnya,abate ini dapat membunuh jentik-jentik selama 2-3 bulan, takarannya adalah 1 gram abate untuk 10 literair. Selain itu dapat juga memelihara ikan ditempat tersebut.
3.    Bakar, kubur dan buang kaleng-kaleng bekas,botol bekas,tempurung dan tempat lain yang dapat digenangi air.
4. Jangan biarkan kain-kain atau baju-baju tergantung dan rapikan halaman, jangan biarkan semak-semak dan halaman tak terurus

Minggu, 24 Januari 2016

PROMKES



Berikut ini slide tentang Promkes. klik disini untuk download

Sabtu, 23 Januari 2016

Askep Keperawatan Anak - Malnutrisi




Malnutrisi merupakan masalah yang sangat penting untuk diperhatikan dan memberikan solusi yang tepat bagi anak-anak maupun balita yang mengalami kekurangan gizi. Jika dilihat lebih mendalam, permasalahan malnutrisi ini pada dasarnya bukan hanya terkait dengan kesehatan. Banyak hal yang terkait dengan adanya permasalahan ini yaitu dapat kita lihat dari Piramida Maslow


Dalam Teori Piramida Maslow, kebutuhan manusia bersifat berjenjang, ketika kebutuhan dasarnya terpenuhi, maka akan muncul motivasi untuk memenuhi kebutuhan yang diatasnya. Sedangkan ketika kebutuhan belum terpenuhi maka tidak akan ada motivasi untuk meraih kebutuhan selanjutnya.
Dalam kontek ini, (keluarga) penderita malnutrisi mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan paling dasarnya (Physiological Needs), yaitu pemenuhan atas kebutuhan pangan, maka dalam keadaan ini seseorang tidak akan melangkah ke tingkatan kebutuhan yang lebih tinggi. Maka permasalahan pemenuhan kebutuhan dasar ini akan menganak-pinak menjadi permasalahan-permasalahan baru secara multidimensi. Kelaparan dan malnutrisi merupakan permasalahan yang cukup komplek, sehingga penangganannya juga harus melibatkan semua aspek terkait, agar solusi yang didapatkan tidak hanya berfungsi sebagai ‘Pain Killer’ tapi benar-benar menyelesaikan sampai ke akar masalahnya.
Bagi kita, khususnya para tenaga medis harus memberikan tentang pengetahuan kepada orang tua untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anaknya. Hal itu memang tidak lepas dari status ekonomi masing-masing kepala keluarga. Pemerintah seharusnya menyeimbangkan harga sembako, agar supaya terjangkau oleh para masyarakat yang tegolong kurang mampu guna memenuhi kebutuhan nutrisi yang seimbang. Hampir seluruh masyarakat daerah terpencil mengalami kekurangan kebutuhan nutrisi yang dikarenakan oleh biaya yang kurang mencukupi, tingkat pengetahuan dan kesadaran akan nutrisi yang sangat kurang, dan kemampuan dalam menyeimbangkan kebutuhan nutrisi sehari-hari.

Dan pada akhirnya banyak pakar dalam bidang kelaparan percaya bahwa pada akhirnya jalan terbaik untuk mengurangi kelaparan adalah lewat pendidikan” (UNICEF).

Askep Post-partum (puerperium) #2


Komplikasi Masa Nifas

  1. Perdarahan
  2. Infeksi
  3. Gangguan psikologis : depresi
  4. Gangguan involusi uterus

Penatalaksanaan

Pada post partum normal dengan bayi normal tidak ada penatalaksanaan khusus. Pemberian obat obatan hanya diberikan pada ibu yang melahirkan dengan penyulit, terutama pada ibu anemia dan resiko infeksi dengan pemberian anti biotic dan obat-obat roboransia seperti suplemen vitamin, demikian juga pada bayi obat-obatan biasanya diberikan untuk tindakan profolatif, misalnya vit K untuk mencegah perdarahan, anti biotic untuk mencegah infeksi.

Diagnosa Keperawatan

Pada Ibu

  1. Nyeri b.d. trauma jalan lahir, episiotomi
  2. Resiko infeksi b.d. episiotomi, laserasi jalan lahir, bantuan pertolongan persalinan
  3. Cemas b.d. peran baru, kesulitan menyusui
  4. PK: perdarahan
  5. Perubahan peran keluarga
  6. Perubahan pola seksualitas
  7. Kurang pengetahuan

Pada Bayi

  1. Tidak efektifnya proses menyusu
  2. Resiko infeksi
  3. Resiko/actual bersihan jalan napas tidak efektif
  4. Resiko/actual hypotermi
  5. PK; distress pernapasan

Tujuan Perawatan Masa Nifas

    1. Menjaga ibu dan bayinya baik fisik maupun psikologis
    2. Melaksanakan skrinning yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
    3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
    4. Memberikan pelayanan KB.

Program Perencanaan dan Pelaksanaan


Kjgn

Waktu

Tujuan

1
6-8 jam post partum
      • Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
      • Mendetaksi dan merawat penyebab lain perdarahan, Rujuk bila perdarahan berlanjut.
      • Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan karena atonia uteri.
      • Pemberian ASI awal
      • Membina hubungan antara ibu dan bayinya.
      • Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia.
2
6 hari post partum
  • Memastikan involusi uteri berjalan normal: uterus berkontraksi, fundus di bawah pusat, tak ada perdarahan abnormal,  tak ada bau.
  • Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal.
  • Memastikan ibu mendapatkan makanan, cairan dan cukup istirahat.
  • Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit.
  • Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari.
3
2 minggu post partum
Sama seperti di atas ( 6 hari post partum)
4
6 minggu post partum
  • Menanyakan kepada ibu tentang penyulit-penyulit yang dialami pada ibu maupun pada bayinya.
  • Menberikan konseling untuk KB


Tindakan Pada Ibu Nifas Normal

TINDAKAN
DISKRIPSI DAN KETERANGAN
1. Kebersihan diri
  • Anjurkan kebersihan seluruh tubuh. Menganjurkan ibu tentang bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air.
  • Sarabkan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya 2 kali dalam sehari.
  • Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air  sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya.
  • Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu menghindari menyentuh daerah luka.
2.Istirahat
  • Anjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan berlebihan
  • Sarankan untuk kembali kegiatan-kegiatan rumah tangga secara perlahan-lahan, serta tidur siang atau beristirahat saat bayinya tidur
  • Apabila kurang istirahat dapat mempengaruhi: Jumlah produksi ASI,  memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan,  menyebabkan depresi dan ketidakmampuan merawat bayi dan dirinya.
3.Latihan
  • Diskusikan tentang pentingnya latihan beberapa menit setiap hari akan sangat membantu. Dengan tidur terlentang lengan di samping, menarik otot perut selagi menarik napas, tahan napas ke dalam dan angkat dagu ke dada tahan satu hitungan sampai 5, rileks dan ulangi sampai 10 kali.
  • Untuk memperkuat tonus otot vagina dengan latihan Kegel.
  • Berdiri dengan tungkai dirapatkan, kencangkan  otot-otot pantat dan pinggul tahan sampai hitungan 5, kendurkan dan ulangi latihan sebanyak 5 kali.
4. Gizi
  • Ibu menyusui harus:
  • Mengkonsumsi tambahan kalori tiap hari
  • Diit berimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan vit yang cukup.
  • Minum sedikitnya 3 liter / hari
  • Tablet zat besi setidaknya selama 40 hari post partum
  • Kapsul vitamin A (200.000 Ui) agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASI.
5.Perawatan Payudara
  • Menjaga payudara tetap bersih dan kering
  • Memakai BH yang benar-benar menyokong  buah dada, tidak boleh terlalu ketat atau kendor.
  • Apabila putting susu lecet oleskan colostrom atau ASI yang keluar pada sekitar putting susu setiap kali menyusui.
  • Apabila lecet lebih parah dapat diistirahatkan selama 24 jam. ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan memakai sendok.
  • Untuk menghilangkan nyeri minum Paracetamol 1 tablet setiap 4 – 6 jam.
  • Apabila payudara bengkak lakukan:
  • Kompres payudara dengan kain basah dan hangat kira-kira  5 menit
  • Urut payudara ( seperti  Breast Care).
  • Keluarkan ASI sebagian di bagian depan payudara.
  • Susukan bayi setiap 2 – 3 jam sekali
  • Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui.
  • Payudara dikeringkan.
6. Hubungan perkawinan atau Rumah Tangga
      • Secara fisik aman untuk melakukan hubungan seksual begitu darah merah berhenti dan ibu dapat menilai dengan memasukkan 1 – 2 jarinya ke dalam vagina tanpa  rasa nyeri.
      • Tetapi ada tradisi dan aturan agama tertentu baru boleh  melakukan hubungan seksual setelah 40  hari.
7. Keluarga Berencana
  • KB dilakukan sebelum haid pertama setelah persalinan. Penjelasan tentang KB adalah sebagai berikut:
  • Bagaimana metode KB dapat mencegah kehamilan dan efektifitasnya.
  • Kelebihan dan keuntungan KB
  • Efek samping
  • Bagaimana memakai metode yang benar
  • Kapan metode itu dapat dimulai dipakai untuk wanita post partum.



Tindakan Pada Bayi Persalinan Normal


TINDAKAN
DISKRIPSI DAN KETERANGAN
1.Kebersihan
  • Basuh bayi dengan kain/ busa setiap hari
  • Bayi yang baru lahir tidak boleh dimandikan sepenuhnya  sampai tali pusatnya kering dan  pangkalnya telah sembuh.
  • Setiap kali bayi BAB atau BAK  bersihkan bagian perianal dengan air dan sabun serta kering dengan baik.
2.Menyusui
  • Menyusui dilakukan dalam 2 jam pertama
  • Bayi disusui ASI selama 4 bulan.
  • ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi.
3.Tidur
Baringkan bayi ke samping atau terlentang ( jangan pakai bantal).
4.Ujung Tali Pusat
  • Ujung talu pusat dijaga bersih dan kering.
  • Mencuci sekitar tali pusat setiap hari
  • Mengompres alkohol 70%  1-2 kali sehari.
  • Bila  telah pulang di rumah, anjurkan agar ibu melaporkan ke petugas kesehatan bila tali pusat berbau, ada kemerahan di sekitarnya atau mengeluarkan cairan.
5.Imunisasi
Dalam waktu 1 minggu pertama berikan imunisasi BCG, vaksin Polio oral dan Hepatitis B.